Kabut Asap Pekanbaru 2014

Sudah 2 bulan lebih kotaku tercinta, kota Pekanbaru, diselimuti kabut asap tebal yang menyesakkan. Matahari yang biasanya bersinar terang kini sinarnya tidak lagi menyinari langit Pekanbaru seperti biasa. Pekanbaru kini menjadi gelap dan suram. Pukul 1 siang masih terlihat seperti pukul 7 pagi. Kami benar-benar rindu kota Pekanbaru yang cerah dan udara yang bersih.

Kabut asap ini terjadi akibat pembakaran hutan dan lahan oleh orang-orang yang melakukannya tanpa pikir panjang. Padahal saat ini di Pekanbaru sedang musim panas. Udah hampir 2 bulan nggak turun hujan. Sedangkan di daerah Jawa hampir setiap hari hujan. Seandainya hujan di Jawa bisa dipindahkan ke sini...


Akibat kabut asap yang semakin parah ini, walikota Pekanbaru terpaksa meliburkan seluruh siswa di kota Pekanbaru selama 3 hari, yaitu dari tanggal 10-12 Maret. Lalu karena kabut asap tak kunjung membaik, masa libur diperpanjang lagi 3 hari, yaitu dari tanggal 13-15 Maret.

Selama libur 1 minggu, aku dan adik-adikku dilarang untuk keluar rumah kalau nggak terlalu urgent. Jumlah warga Riau yang terserang ISPA sudah mencapai 5 ribuan orang. Namun, di dalam rumah pun kami sengsara, karena kabut asap telah masuk ke dalam rumah. Akibatnya, di dalam rumah pun kami terpaksa mengenakan masker. Karena bau asap yang kami hirup membuat kami sesak napas, pusing, dan mata pedih. Warga Riau di mana-mana melakukan sholat Istisqo' agar hujan turun. Termasuk di sekolahku.

Pada hari Sabtu, 15 Maret 2014 akhirnya presiden SBY datang ke Pekanbaru untuk meninjau langsung kondisi di sini. Sepertinya mention-mention yang dilontarkan rakyat Riau di Twitter SBY yang menggerakkan SBY untuk langsung datang ke Pekanbaru. Karena pada hari Kamis (13 Maret) dan Jumat (14 Maret) kabut asap di Pekanbaru sudah sangat mengerikan. "Kabut Asap Riau" menjadi Trending Topic Dunia. Hal ini menuai reaksi dari seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Kualitas udara yang diukur pada papan pengukur Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau yg bahasa inggrisnya Pollutant Standard Index (PSI) grafiknya sudah mencapai tingkat paling parah, yaitu BERBAHAYA. Tingkatannya mulai dari yang paling rendah adalah: BAIK, SEDANG, TIDAK SEHAT, SANGAT TIDAK SEHAT, BERBAHAYA. Jumlah oksigen di kota Pekanbaru bahkan tinggal 1%. Dokter spesialis paru-paru RSUD Arifin Ahmad mengatakan warga Pekanbaru seharusnya sudah diungsikan karena Riau sudah tidak layak huni. Well, saya lahir dan besar di Pekanbaru. Sekarang usia saya 17 tahun dan selama 17 tahun saya tinggal di Pekanbaru belum pernah kualitas udara di Pekanbaru seburuk ini.

Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru udah 3 hari ditutup dan Pekanbaru menjadi kota yang paling dihindari oleh semua maskapai penerbangan. Singkat cerita, akhirnya Presiden SBY mendarat di Lanud Pekanbaru (Sabtu, 15 Maret 2014) pada pukul 16.15 sore. Hal menarik yang terjadi di hari itu adalah, pemkot Riau langsung bertindak tanggap mengetahui SBY akan berkunjung ke bumi lancang kuning ini. Karena SBY juga sudah berkicau di Twitternya bahwa beliau akan mengambil alih kepemimpinan di Riau jika kabut asap ini tidak segera diselesaikan. Di saat masyarakat Riau sedang membutuhkan pemimpinnya, gubernur Riau Annas Mamun malah pergi ke kampung halamannya. Beliau tidak menghadiri teleconference bersama SBY sehingga membuat SBY kesal.

Menurut informasi yang saya peroleh, saat SBY datang Sabtu lalu telah ditebarkan 8 ton garam di atas awan untuk membuat hujan buatan. Dan semenjak kedatangan SBY untuk meninjau kabut asap di Pekanbaru pada Sabtu lalu, terus dilakukan modifikasi cuaca di Pekanbaru agar Pekanbaru hujan. Alhamdulillah kini puluhan ton garam yang ditebarkan di atas awan di seluruh wilayah Pekanbaru tidak sia-sia. Hujan turun dengan deras hampir setiap hari dan membuat kabut asap semakin tipis. Namun memang tidak langsung hilang, karena yang terbakar adalah lahan gambut. Jadi dibutuhkan air yang sangat banyak untuk memadamkan api yang masih menjalar di bawah tanah gambut.

Selama 17 tahun terakhir, wilayah kota Pekanbaru dan sekitarnya memang selalu terkena bencana kabut asap setiap tahunnya. Namun, kabut asap pada tahun ini, 2014, benar-benar luar biasa. Selama seminggu ini berita-berita di televisi setiap harinya selalu melaporkan keadaan di Pekanbaru secara live. Tentu saja semua warga Pekanbaru berharap kabut asap ini adalah yang terakhir kalinya. Dan semoga 66 orang tersangka KAHUTLA (Kebakaran Hutan dan Lahan) sudah diberi hukuman dan jera dengan perbuatannya sehingga Pekanbaru bebas dari asap selamanya.








Comments

Popular posts from this blog

Prospek Kerja Sarjana Kehutanan

Kenapa Fakultas Kehutanan UGM?