Seleksi Beasiswa Tanoto Foundation

Halooo! Mungkin kalian yang lagi baca postingan ini nyasar pas lagi browsing tentang beasiswa Tanoto Foundation, ya? Kalau iya, berarti kalian pasti udah tau dong ya, apa itu beasiswa Tanoto Foundation? Kalau belum tau, silakan browsing sendiri yaa di website Tanoto Foundation (klik)

Pada tahun 2015 lalu aku berkesempatan untuk mengikuti rangkaian seleksi beasiswa Tanoto dari tahap awal sampai akhir. Tapi belum rezekiku untuk mendapatkan beasiswa ini. Meski begitu, aku tetap bersyukur karena setidaknya aku sudah pernah merasakan bagaimana proses seleksi beasiswa. Sekarang aku mau berbagi cerita tentang pengalamanku ketika mengikuti rangkaian tahapan seleksi beasiswa Tanoto Foundation program National Champion Scholarship.
 Seleksi Beasiswa Tanoto Foundation terdiri dari 3 tahapan, yaitu:
1. Administrasi
2. Psikotest dan FGD (Focus Group Discussion)
3. Wawancara

Untuk lolos ke seleksi administrasi, pastikan berkas-berkas yang kamu input lengkap dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Tanoto. Setelah diinput, tunggu aja pengumuman hasil seleksi tahap satunya.

Saat pengumuman hasil seleksi tahap 1 keluar, aku sangat senang melihat namaku tertera di list. Aku pun sangat bersemangat untuk mengikuti seleksi tahap 2. Semangat dan nervous juga, sih. Tapi walaupun semangat dan nervous, aku gak mempersiapkan apapun untuk seleksi tahap 2, yaitu psikotest dan FGD. Sama sekali nggak.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Tahap seleksi psikotest dimulai pada pukul 08.00 di Fakultas Kehutanan UGM. Tips dariku kalau kamu lulus ke tahap 2, usahakan jangan sampai telat, ya! Kalau telat akan berpengaruh ke mentalmu. Ntar kamu jadi panik melihat orang lain sudah mulai mengerjakan psikotest sementara kamu baru datang. Jadi, datanglah tepat waktu dan pastikan tidak lupa untuk membawa alat tulis.

Pukul 08.00 WIB tepat, psikotest dimulai. Tesnya mirip dengan Tes Potensi Akademik (TPA) di SBMPTN atau tes-tes IQ (pakai waktu). Lalu juga ada menggambar. Kamu dipersilakan untuk menggambar sebuah pohon di atas kertas HVS hanya dengan pensil 2B. Tips dariku lagi, jangan menggambar pohon yang mainstream seperti pohon kelapa. Sekali lagi aku tekankan, jangan menggambar pohon kelapa. Kalau kamu mahasiswa kehutanan, harusnya kamu tau ada banyak jenis pohon selain pohon kelapa. Dulu aku menggambar pohon pinus. Setelah menggambar pohon, kamu akan disuruh untuk menggambar seseorang yang mencerminkan dirimu. Aku pun menggambar seorang gadis berhijab dengan memegang buku yang menandakan bahwa aku suka membaca buku. Para psikolog yang menilai hasil psikotestmu akan dapat melihat kepribadianmu dari ketegasan goresan pensilmu.

Setelah psikotest usai, di hari yang sama langsung dilanjutkan dengan FGD (Focus Group Discussion). FGD bertujuan untuk menggali kemampuan leadership-mu dan mencari calon-calon pemimpin. Seluruh peserta yang berjumlah seratusan orang dibagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari 7-8 orang dan kami dipersilakan untuk duduk membentuk lingkaran. Di setiap kelompok akan ada satu orang pengawas dari Tanoto yang bertugas untuk mengawasi jalannya diskusi serta menilai keaktifan masing-masing individu. Kita akan diberikan sebuah topik berupa isu hangat untuk dibahas. Setiap keputusan, ide, atau solusi yang kamu berikan akan dinilai berdasarkan kualitasnya, bukan kuantitasnya. Nah, aku ada tips lagi nih untuk FGD:
-Jadilah orang yang pertama kali membuka diskusi. Biasanya di awal FGD belum ada orang yang berani memulai pembicaraan. Di situlah kesempatanmu untuk menunjukkan jiwa kepemimpinanmu.
-Jangan terlalu mendominasi di dalam kelompokmu. Bersikap terlalu menonjol tidak akan memberikan poin plus di mata penilai. Malah akan memperlihatkan kesan egois.
-Berikan kesempatan berbicara pada teman sekelompokmu. Persilakan temanmu untuk menyampaikan pendapatnya semisal dengan mengatakan "Sekian menurut pendapat saya. Bagaimana menurut pendapatmu, Dilla?" atau "Adakah yang mempunyai usulan lain?", dsb.
-Jika ada temanmu yang hanya diam saja, pancing ia untuk berbicara. Ingat, a good leader creates another leader. Pemimpin yang baik adalah orang yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin lainnya. Maka akan sangat baik jika kamu bisa membuat orang yang pendiam berani berbicara di depan orang banyak.
Semoga setelah baca tips FGD dariku, gak grogi lagi yaa saat FGD..

Setelah FGD selesai, semua peserta diperbolehkan pulang dan menunggu hasilnya 2 minggu lagi. Pada waktu itu aku tidak terlalu berharap akan lulus ke tahap terakhir. Jadi aku tidak melihat-lihat ke website Tanoto. Lalu pada suatu hari, seorang temanku yang juga mengikuti seleksi Tanoto memberitahuku bahwa aku lolos ke tahap terakhir, yaitu wawancara. Aku kaget dan langsung mengucapkan Alhamdulillah.

Untuk wawancara, aku sangat mempersiapkan diri. Aku mempelajari sejarah berdirinya Tanoto seperti pada tahun berapa Tanoto Foundation didirikan, siapa pendirinya, siapa yang sekarang mengelolanya, apa saja programnya, apa saja yang sudah dilakukan oleh Tanoto Foundation, dan banyak lagi. Aku juga latihan wawancara sendiri dengan membuat list pertanyaan-pertanyaan yang biasanya ditanyakan pada saat wawancara seperti kelebihan dan kekurangan diri, bagaimana caraku mengatasi masalah, dan pengalaman-pengalaman organisasiku.

Hari yang paling menentukan akhirnya tiba, yaitu wawancara. Singkat cerita, tibalah saatnya giliranku untuk masuk ke dalam ruang interview. Di dalam ruangan tersebut terdapat 3 orang interviewer (orang yang akan mewawancaraiku). Masing-masing dari mereka menanyakan pertanyaan yang berbeda. Ketika masuk ke ruangan, aku menjabat tangan mereka satu per satu lalu mereka mempersilakanku untuk duduk. Kemudian mereka memperkenalkan diri. Selanjutnya, salah satu dari mereka memintaku untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan deskripsi singkat tentang diriku.

Aku menjelaskan diriku secara umum seperti nama lengkap, nama panggilan, tempat tanggal lahir, asal daerah, jumlah saudara, anak ke-berapa, pekerjaan orang tua, dan kesibukanku saat itu. Setelah memperkenalkan diri, salah seorang dari interviewer bertanya padaku: "Kamu tau RGE gak?"
Aku melihat interviewer-ku lalu menggeleng kecil.
"RGE itu Royal Golden Eagle. Tanoto adalah bagian dari RGE."
"Ooh," jawabku sambil mengangguk kecil.
"Nanti kamu cari tau tentang RGE, ya!"
Aku pun menggangguk sambil tersenyum malu. Semua yang aku pelajarin gak ditanyain. So sad :(
Lalu, interviewer ke-2 memintaku untuk menceritakan pengalamanku selama berorganisasi di bangku kuliah. Aku pun bercerita dengan semangat agar para interviewer-ku tertarik mendengar penjelasanku.
"Selama kamu menjabat di organisasi tersebut, apa kendala atau masalah terbesar yang pernah kamu alami? Lalu, bagaimana caramu mengatasi masalah itu?" Tanyanya lagi.
Akupun menjawab dengan jujur bahwa kendala terberat yang aku alami selama di organisasi adalah menjaga keutuhan departemenku. Saat itu kebetulan aku sedang menjabat sebagai Kepala Departemen Badan Usaha di Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Sebagai seorang pemimpin, kita harus dapat merangkul orang-orang yang kita pimpin karena merekalah yang akan membantu kita selama menjalankan program kerja. Kita sebaiknya peka, hangat, perhatian, tapi juga perlu tegas, disiplin, dan tiap orang tidak bisa diberikan porsi yang sama. Kita harus dapat mengembalikan semangat mereka ketika mereka sedang berada di titik jenuh dan kita harus mengerti perubahan sikap mereka ketika sedang memiliki masalah. Selama setahun menjadi Kadep di LEM, pernah ada seorang anggotaku yang mengutarakan niatnya untuk berhenti. Tapi untungnya hal itu dapat kuatasi.

Setelah menceritakan pahit manisnya perjuanganku selama berorganisasi (mulai dari terpilihnya aku sebagai Kepala Departemen termuda sepanjang sejarah kepengurusan di fakultasku -- well, para interviewer-ku sangat antusias mendengar ceritaku yang ini hehe) sampai caraku mengatasi masalah terberat selama di organisasi, akhirnya giliran interviewer ke-3 yang bertanya padaku.

"Tolong ceritakan pada kami berita terkini yang sedang menjadi trending topic di Indonesia."
Aku lumayan sering membaca berita online, tapi aku tidak pernah mengikuti perkembangan suatu berita sehingga aku hanya mengetahui kulitnya saja. Akhirnya, aku menceritakan tentang kasus muslim di Rohingya Myanmar yang mengungsi ke Indonesia (yang pada saat itu memang sedang hangat).

Setelah aku menceritakan sedikit tentang berita itu, interviewer-ku bertanya lagi:
"Jadi, menurutmu sampai kapan Indonesia harus menampung para pengungsi Rohingya? Apakah selamanya?"
Pertanyaannya terdengar sederhana, tapi mampu membuatku berpikir agak lama sebelum menjawab. Aku tidak ingat apa tepatnya jawabanku, tapi kayaknya aku bilang "Masalah pengungsi Rohingya adalah masalah kemanusiaan global, sehingga menurut saya seluruh negara seharusnya turut memberi perhatian pada masalah ini, bukan hanya Indonesia." Oke, iya, aku tau jawabanku gak nyambung :( Aku merasa tidak dapat menjawab pertanyaan ini dengan maksimal :(

Sekian sedikit sharing-ku tentang seleksi beasiswa Tanoto Foundation. Aku gak bisa memberikan tips-tips pada proses wawancara sedetail proses psikotest dan FGD karena aku sendiri gak lolos di tahap wawancara ini. Semoga kalian bisa lebih bijak dalam menjawab pertanyaan wawancara yang membutuhkan cara berpikir yang kritis. Cukup aku aja yang mengalami kegagalan pada seleksi beasiswa ini. Semoga kalian yang baca postingan ini lulus. Aamiin.

-xoxo, Nisa-

If you have any question about this or anything else you need to know, do not hesitate to ask on my email: nisahusnainna@gmail.com for quick response.

Comments

Popular posts from this blog

Prospek Kerja Sarjana Kehutanan

Kenapa Kehutanan UGM?