Tugas MK Arsitektur Pohon 2017


Tugas Dosen     : Atus Syahbudin, S.Hut.,M.Agr.,Ph.D.
Nama                 : Nisa Husnainna

Tugas ini saya post sebagai salah satu prasyarat mata kuliah Arsitektur Pohon.

1.     Model Arsitektur Pohon Attim
Bentuk model Attim mirip dengan model Rauh, tetapi bedanya cabang-cabang dan axisnya tumbuh terus menerus (continuous), batang pokok juga pertumbuhannya terus menerus. Contoh pohon model Attim adalah:
·         Cemara gembel (Cupressus papuana)
·         Cemara kipas (Thuja orientalis L.)
·         Bakau (Rhizopora spp.)
·         Ampupu (Eucalyptus globulus)
Cemara gembel (Cupressus papuana) merupakan pohon anggota Famili Cupressaceae dengan model arsitektur Attim. Perawakannya yang ramping dengan bentuk tajuk mengerucut, membuat pohon ini mampu memaksimalkan pemanfaatan ruang terbuka yang sempit. Mempertimbangkan area terbuka yang masih cukup luas, terutama pada bagian tepi taman, perlu dilakukan penambahan jumlah pohon cemara gembel atau pohon lain yang memiliki fungsi dan fisik yang serupa.

Cemara kipas (Thuja orientalis L.) merupakan pohon anggota Famili Cupressaceae dengan model arsitektur Attim. Pohon cemara dikenal memiliki bentuk tajuk yang indah dan mampu memaksimalkan ruang yang ada dengan bentuk tajuk kerucut dan ramping.

2.     Model Arsitektur Pohon Scarrone
Model ini memiliki ciri-ciri batang pokok pertumbuhannya berirama (rithmic), tidak terbatas (unlimited), dan monopodial (satu batang pokok). Cabang-cabangnya ortotropic, simpodial (modulair), bunga-bunga di ujung cabang. Pohon yang memiliki model Scarrone antara lain:
·         Mangga (Mangifera indica L.)
·         Kelengkeng (Euphoria longana Lour)
·         Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
·         Kedondong (Spondias dulcis L.)
·         Pucuk merah (Eugenia oleina L.)

Mangga (Mangifera indica L.) merupakan pohon anggota Famili Anacardiaceae dengan model arsitektur scarrone. Pohon mangga dapat berfungsi sebagai peneduh dan memiliki fungsi produksi karena buahnya bisa dikonsumsi. Namun buah mangga yang berukuran besar apabila jatuh bisa membahayakan orang yang berteduh atau lewat di bawahnya.

Kelengkeng (Euphoria longana Lour) merupakan pohon anggota Famili Sapindaceae dengan model arsitektur scarrone. Tajuk yang dihasilkan dari cabang ortotropik pohon tersebut, menghadirkan fungsi perindang untuk lingkungan sekitar. Nilai estetika dari pohon kelengkeng adalah buahnya yang kecil dan menarik.

Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan pohon anggota Famili Sapindaceae dan memiliki model arsitektur scarrone. Buahnya yang manis dan berwarna merah ketika matang selain dapat dikonsumsi juga memiliki nilai estetika. Tajuk yang dihasilkan dari cabang ortotropik pohon tersebut mampu menghadirkan fungsi peneduh sehingga membuat lingkungan menjadi lebih asri.

Kedondong (Spondias dulcis L.) merupakan pohon yang termasuk dalam Famili Anacardiaceae dengan model arsitektur scarrone. Bentuk tajuk yang bulat pada pohon ini berfungsi sebagai peneduh selain buahnya yang bisa dikonsumsi dengan rasa yang asam.

Pucuk merah (Eugenia oleina L.) merupakan pohon anggota Famili Myrtaceae dengan model arsitektur scarrone. Pohon pucuk merah memiliki tajuk yang rapat dan tebal dengan daun yang memiliki degradasi warna. Daun  muda pada pucuk berwarna merah dan ketika tua akan berubah warna menjadi hijau. Warna dan fisik pohon tersebut yang menjadikan pohon ini sebagai tanaman penghias taman.

3.     Model Arsitektur Pohon Massart
Ciri-ciri model massart antara lain: batang monopodial, rithmic, unlimited, cabang-cabang monopodial, plagiotropis bunga-bunga axillaris pada cabang, cabang pertumbuhannya tidak terbatas. Contoh model massart antara lain:
·         Randu (Ceiba pentandra)
·         Keruing (Dipterocarpus)
·         Pala (Myristica fragrans)
·         Eboni (Diospyros spp.)
·         Damar (Agathis loranthifolia)

Dari ketiga model di atas, dapat disimpulkan model arsitektur pohon yang sesuai untuk di area perkantoran adalah cemara gembel (attim), dan jenis pohon yang tidak sesuai untuk di perkantoran adalah mangga (scarrone).

Untuk di daerah pemukiman dan pertokoan, justru model arsitektur scarrone seperti mangga lebih cocok. Jenis pohon tersebut mampu memenuhi fungsi yang diharapkan pada komplek ini.



DAFTAR PUSTAKA
 

Hakim, R. 2004. Arsitektur Lanskap, Manusia, Alam, dan Lingkungan. Bina Aksara. Jakarta.
Handoko, Bayu. 2014. Fungsi dan Identifikasi Model Arsitektur Pohon di Kawasan Komplek Pemerintahan Kabupaten Banjarnegara. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.
Mukhlison. 2010. Jenis-jenis Pohon Hutan Kota. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.
Wiyono. 2009. Diktat Kuliah Arsitektur Pohon. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

Comments

  1. mba mau nanya, kita milih konservasi, silvikultur, manejemen kehutanan itu pas kapan ya mba.
    Sama nanya plus minus kuliahnya gimana ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. pas di akhir smt 3 . plus minusnya tunggu postingaku selanjutnyaa

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Prospek Kerja Sarjana Kehutanan

Kenapa Kehutanan UGM?