Suka Duka Mahasiswa Kehutanan UGM

Selama 3 tahun lebih berkuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM), tak jarang aku mendapati pertanyaan seperti: "Kak, apa sih suka dukanya kuliah di kehutanan?" dari adik-adik SMA yang mungkin masih asing dengan jurusanku. Pertanyaan mereka biasanya tidak langsung kujawab, karena aku memang sudah berencana untuk membuat postingan ini. Oke, sekarang mari kita ulas satu per satu, dimulai dari dukanya yahh..

Gak enaknya kuliah di Kehutanan UGM:
1. Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mahal
Sejak tahun 2013 lalu, Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia telah menerapkan sistem pembayaran uang kuliah yang disebut dengan sistem UKT. UKT dibayarkan setiap semester dengan jumlah besaran yang sama. Jadi tidak ada uang pangkal, uang SPP/BOP, ataupun pembayaran mata kuliah per SKS. Jadi mau kamu ngambil 24 SKS ataupun hanya 17 SKS, uang kuliahmu tetap segitu. Pada tahun 2014, UKT di Kehutanan UGM mengalami kenaikan 2 kali lipat dari tahun 2013. Ketika pada tahun 2013 UKT tertinggi hanya 5,3 juta, pada tahun 2014 UKT tertinggi dinaikkan menjadi 8,5 juta. Banyak mahasiswa yang keberatan dengan besaran UKT ini sehingga setiap tahun selalu terjadi hearing antara dekanat dan mahasiswa. Untuk info lebih lengkap tentang UKT dapat dilihat pada postinganku: Sistem UKT

2. Laporan yang tak pernah habis
Mungkin ini kedengarannya hiperbola, tapi kenyataannya memang itu yang kita rasain. Habis ngumpulin satu laporan, eh masih ada laporan lain yang harus dibikin. Kumpulin, ngelaprak (ngerjain laporan praktikum) lagi, kumpulin, ngelaprak lagi. Di Fakultas Kehutanan praktikumnya banyak banget. Bobot praktikumnya cuma 1 SKS tapi usaha yang kita keluarin lebih gede daripada kuliah teori yang 2 SKS. Padahal yah tau sendirilah 1 SKS itu walaupun dapetnya A gak terlalu berpengaruh buat naikin IP (Indeks Prestasi).

3. Pre-test, Post-test, dan Responsi yang menghantui
Pre-test adalah tes sebelum praktikum dimulai, sedangkan post-test adalah tes setelah praktikum berlangsung. Sedangkan responsi adalah ujian praktikum di akhir semester yang akan menguji pemahamanmu terkait praktikum yang telah kamu lakukan. Mahasiswa soshum, sastra, dsb yang gak ada praktikum, gak akan ketemu sama makhluk-makhluk bernama pre-test, post-test, dan responsi ini.

4. Tidak ada Remedial dan Semester Pendek
Beruntunglah kalian yang di fakultasnya ada remedial. Jadi kalau nilai mata kuliah tersebut jelek, bisa mengulangi ujiannya saja. Sedangkan di fakultas yang gak ada remedial, kalau nilai mata kuliah tersebut jelek, ya harus ngulang 1 semester. Ngulangin belajar itu lagi dari awal. Lebih beruntung lagi kalau di fakultas kalian juga ada Semester Pendek (SP). Ah pasti surga banget itu. Pas orang libur, kamu bisa ambil SP sehingga bisa cepat lulus, deh.

5. Praktikum masuk hutan
Pernah ada yang nanya di Ask.fm-ku: "kak, kakak kan anak kehutanan, pernah jalan-jalan ke hutan gak?" Duh dek, yang namanya anak kehutanan ya pasti bakal masuk hutan, dong. Jadi kalau kamu anti panas-panasan atau takut sama binatang-binatang di hutan, pertimbangin lagi ya buat milih kehutanan hehe. Tapi kita ke hutan itu bukan buat jalan-jalan yaa, kita ke hutan itu buat praktikum. Sebenarnya asik kok kalau dinikmati. Yang gak enaknya itu cuma capek, panas, haus wkwkk. Oh ya sepatu juga jadi kotor banget kalau habis dari lapangan. Hiks. But actually, kalau kamu bener-bener udah menyatu dengan hutan dan memiliki jiwa rimbawan, tentu saja masuk hutan adalah hal yang menyenangkan.

Enaknya kuliah di Kehutanan UGM:
1. Bertemu dengan teman-teman dari seluruh Indonesia
Di Kehutanan UGM, kamu akan bertemu dengan teman-teman yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dari semua pulau ada. Mulai dari Sumatera ada yang dari Medan, Padang, Riau, Jambi, Palembang, Lampung. Lalu dari pulau Jawa (yang mendominasi lebih dari setengah mahasiswa FKT) ada dari Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi alias JABODETABEK, Banten, Cilacap, Bandung, Majalengka, Yogyakarta asli, Klaten, Solo, Sragen, Semarang, Kendal, Kudus, Surabaya, Banyumas, Purwokerto, Trenggalek, Salatiga, Malang, Kediri, serta berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang gak bisa aku sebutin satu per satu. Dari Kalimantan ada yang dari Pontianak (Kalimantan Barat), Samarinda (Kalimantan Timur), Palangkaraya (Kalimantan Tengah), dan Tarakan (Kalimantan Utara). Oh ya aku hampir lupa, ada juga yang dari Bima, Ternate, Gorontalo, Bali, hingga Papua. Oke kayaknya aku udah nyebutin semua asal daerah teman-temanku di FKT. Wkwkwk. Seru kan? Kita jadi bisa mengenal kota-kota di Indonesia melalui teman kita yang berasal dari daerah tersebut. Kita jadi tau keanekaragaman budaya dan  karakter mereka.

2. Fasilitas UGM yang bisa dinikmati
Apa aja fasilitas keren di UGM yang cuma bisa dinikmati sama mahasiswa UGM? So far yang paling aku suka adalah wi-fii nya sih hahaha. Setelah resmi menjadi mahasiswa Kampus Kerakyatan ini, setiap mahasiswa akan dibuatkan email ugm yang kemudian bisa digunakan untuk login di UGM Hotspot yang tersebar di seluruh kawasan UGM. Awal aku masuk di UGM, kita bisa mengakses internet sepuasnya (unlimited) setiap hari. Namun sekarang jatah wifii dibatasin jadi 3 GB/mahasiswa/hari. Tapi biasanya aku juga gak pernah nyampe 3 GB kok sehari. Kalaupun jatah 3 GB-mu habis, kamu bisa minjem akun UGM Hotspot temenmu. Biasanya mahasiswa yang hobi download drama korea atau film bioskop dengan memanfaaatkan UGM Hotspot sering melakukan hal ini -_- Selain wi-fii 3 GB sehari, di UGM juga terdapat Perpustakaan Pusat yang sangat nyaman. Bentuk bangunannya dari luar keliatan biasa aja, sih. Tapi dalemnya gede banget. Seriously, aku kalau udah main ke Perpus Pusat pasti gak bisa sebentar. Minimal 3 jam deh. Tempatnya sangat cozy untuk ngerjain laporan, tugas, ataupun hanya sekedar ngestalking medsos mantan. #eh
Salah satu sudut Perpustakaan Pusat UGM (sumber: unisifm.com)




Gambar di atas terpaksa aku ambil dari Google karena aku memang gak pernah foto-foto di sana -_- It's one of my favorite corner at the library. Oh ya, selain Perpus Pusat, di setiap fakultas juga ada perpustakaannya kok. Kalau di perpus fakultas itu buku-bukunya sangat menjurus dan concern ke bidang/jurusan kita *ya iyalah Nis*. Gak cuma wifii dan perpus, di UGM juga terdapat

3. Berbagai fasilitas pendukung pembelajaran
Dengan akun UGM Hotspot, Civitas Akademika UGM dapat mengakses berbagai fasilitas yang menunjang proses perkuliahan seperti eLisa (sistem pembelajaran e-learning). Biasanya dosen sering memberikan tugas, kuis, dan bahan kuliah melalui eLisa. Jadi dosen gak perlu capek-capek ngoreksi secara manual dan mahasiswa juga dapat melihat nilainya langsung. Selain itu, dengan akun UGM hotspot kita juga dapat mengakses jurnal-jurnal internasional dengan gratis (yang kalau kamu gak pake UGM Hotspot harus bayar dengan dolar). Lalu dengan berbagai sistem informasi kemahasiswaan yang update di UGM kita juga dapat memantau perkembangan beasiswa apa saja yang sedang dibuka, serta lomba-lomba ataupun konferensi internasional yang akan diadakan. Asal sering buka web palawa kamu pasti gak ketinggalan informasi. Jadi daripada tiap hari mantengin IG mantan atau gebetan, mending buka palawa ya biar lebih berfaedah. Hehehe.

4. Kultur mahasiswa kehutanan yang sederhana
Oke sekarang aku mau bahas dari segi budayanya, ya. Mahasiswa kehutanan cenderung gak terlalu keliatan hedon atau high class kayak mahasiswa FEB atau FISIPOL. Dari penampilan, pergaulan, tata krama, alhamdulillah it's all fit on me. Mungkin kalau aku kuliahnya di FEB atau FISIPOL gitu, uang sakuku kalo kayak sekarang ini gak cukup deh. Malah dulu pas semester 1, aku ngerasa "kayaknya aku lebih boros pas SMA deh daripada pas kuliah." Menurutku lingkungan hidupku di Kehutanan sangat berpengaruh.

5. Organisasi Mahasiswa yang dapat meningkatkan softskills
Di Kehutanan UGM terdapat berbagai organisasi mahasiswa yang sangat menarik untuk diikuti. Dan aku sangat menyarankan kalian para mahasiswa baru untuk ikut organisasi selama kuliah minimal 1-2 deh. Di bangku kuliah kita hanya diajarkan hardskill. Namun di organisasilah tempatmu untuk mendapatkan pengalaman softskills yang pastinya akan berguna untuk mencari kerja. Dengan mengikuti organisasi, pergaulanku juga menjadi semakin luas. Aku banyak mengenal kakak tingkat dan adik tingkat karena mengikuti organisasi.

Sekian dulu ya postinganku tentang suka dukanya kuliah di UGM.  Semoga dapat membantu memberikan kalian bayangan tentang kehidupan perkuliahan di FKT UGM.

-xoxo, Nisa-

Comments

  1. Doain masuk FKT UGM kakakšŸ˜€

    ReplyDelete
  2. Calon maba kehutanan UGM 2018! Ada amin kak? AmiiiiinšŸ˜Š

    ReplyDelete
  3. Kak ? Harus pinter bahasa Inggris gak kak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kok banyak bgt yg nanya gini ya? wkwk. gak kok,.. tapi zaman sekarang kan kalo pinter bhsa inggris bakal membantu bgt. gaada ruginya

      Delete
  4. Ka, mau nanya katanya kalo masuk ke kehutanan itu berat banget. Kaya fisiknya itu harus kuat banget. Katanya ospeknya juga paling berat dibanding yang lain. Sedangkan saya itu kalo olahraga aja lebih lemah daripada yang lain... Gimana ka?... Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kehutanan memang lebih bnyk aktivitas fisiknya. tp masih batas wajar kok.. Insya Allah bisa. cuma harus terbiasa jalan kaki jauh2 aja.

      Delete
  5. Wih mantep kak. Kak ada engga yang dari SMK masuk dan diterima di FKT jalur SNMPTN? Saya dari SMK minat ke FKT kak, doakan kak semoga diterima.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada, temenku (di angkatanku) ada beberapa yg dari SMK kok dan mereka lewat SNMPTN. maaf bgt telat balesnya yaa :(

      Delete
  6. Kak untuk masuknya apa saja yang di teskan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya masuknya gak pakai tes, jadi kurang tau apa saja. maaf yaa

      Delete
  7. Assalamu'alaikum Warahmatullah. Kak, aku izin bertanya ya. Aku kan sekolah di MAN dan masuk jurusan Agama yang di dalemnya gak ada matpel ipa. Itu bisa menghambat aku masuk FKT gak ya?

    ReplyDelete
  8. Kak aku dari fakultaskehutanan di univ palangkaraya pertama tama aku ingin bertanya katanya laporan trus yah kah trimakasih

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Prospek Kerja Sarjana Kehutanan

Kenapa Fakultas Kehutanan UGM?