Mana yang Lebih Dulu?

Hari ini (8/7/2018) jalanan Kota Yogyakarta terlihat padat, khususnya daerah sekitar UGM. Hal ini dikarenakan adanya tes UTUL UGM (Ujian masuk UGM dengan jalur mandiri) yang tersebar di beberapa lokasi seperti di SMA Negeri 3 Yogyakarta, SMA Stelladuce, Universitas Negeri Yogyakarta, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Sanata Darma, dan di Kampus UGM sendiri. Lalu lintas di beberapa titik tersebut terpantau macet pada pukul 1 siang dan 4 sore, di mana para peserta tes UTUL UGM pulang.

Beberapa waktu lalu di sebuah kajian, aku bertemu dengan seorang akhwat yang terlihat lebih muda dariku.
“Kuliah, mbak?” Tanyaku.

“Baru mau masuk mbak, mau ikut tes UTUL UGM.” Jawabnya ramah.
“Masyaa Allah. Masih muda dan lagi persiapan tes tapi masih bisa ikut kajian, ya.” Ujarku terpana.
“Iya kita kan gak tau mbak kapan dipanggil sama yang di atas. Kalau saya cuma sibuk persiapan UTUL terus tiba-tiba dipanggil, bekal saya belum cukup. Jadi harus imbang.” Katanya.

Jawabannya membuatku tertegun dan berdecak kagum. Usia akhwat tersebut mungkin lebih muda 4 tahun dariku namun ia sudah mampu berpikir lebih dalam daripada remaja lain seusianya.
“Mbaknya udah lama ikut kajian di sini?” Tanyanya.
Aku menggeleng kecil “Belum,”

Ya Allah betapa irinya diriku terhadap akhwat muda tersebut. Saat seusianya 4 tahun lalu, imanku masih naik-turun, ikut kajian bolong-bolong, bahkan sampai sekarang pun terkadang masih.
“Semoga lancar dan keterima ya dek, UTUL-nya.”
“Aamiin, jazakillah khairon mbak.”
“Wa anti fajazakillah.”

Kadang ketika sedang meraih suatu tujuan, kita terlalu fokus dengan tujuan tersebut sampai melupakan satu hal yang pasti datang menghampiri: kematian.

Contoh kecilnya saja ketika kita ingin masuk ke SMA favorit yang kita dambakan, maka kita akan belajar mati-matian agar nilai UN kita bagus dan bisa masuk ke sekolah favorit tersebut. Begadang tiap malam, mengurangi keluyuran gak jelas, mengurangi main game, dan sebagainya.

Lalu ketika sudah masuk ke SMA favorit, kita masih ingin melanjutkan ke perguruan tinggi favorit. Segala macam carapun dilakukan demi diterima di kampus impian. Ikut bimbingan belajar di sana-sini, bahkan ada yang sampai membayar ratusan juta demi mendapatkan jurusan dan kampus yang diinginkan. (istilahnya kalau tidak salah: beli kursi)

Setelah masuk ke kampus favorit, kita masih ingin hal yang lebih tinggi lagi. Yaitu mendapatkan pekerjaan di perusahaan multinasional dengan gaji 8 digit. Maka kita pun mulai mempersiapkan diri seperti latihan meningkatkan leadership skill, communication skill, problem solving skill, planning and organization skill, negotiation skill, improving English, job interview preparation, LGD, FGD, dan banyaaak lagi.

Kemudian setelah bekerja di perusahaan multinasional dan bergaji 8 digit per bulan, kita pun mulai mempersiapkan diri untuk pernikahan. Mulai baca-baca seputar ilmu pranikah dan kerumahtanggaan seperti komunikasi suami-istri, manajemen emosi diri, parenting, dan lain sebagainya. Setiap hari kerjaannya nonton kajian pranikah di Youtube, tapi malah kurang memperbanyak ibadah sunnah. Semua itu dilakukan demi mendapatkan pasangan hidup terbaik dan mencetak generasi penerus terbaik.

Tapi……..

Pernahkah terpikir olehmu bagaimana kalau kamu belum sempat masuk SMA favorit, ajal sudah duluan menjemput?
Bagaimana bila malaikat maut sudah duluan datang sebelum kamu sempat menginjakkan kaki di kampus idamanmu?
Bagaimana jika nyawamu dicabut ketika sedang bekerja di perusahaan terkenal kebanggaanmu itu?
Bagaimana jika yang lebih dulu mendatangimu bukan jodohmu, tapi malaikat Izrail???

Sesungguhnya kita memang harus banyak-banyak mengingat kematian (pemutus kenikmatan) karena kematian itu pasti menghampiri sedangkan kita tidak tahu waktunya. Kemarin sore, bertepatan dengan hari Jumat, istri dari seorang ustadz di Pekanbaru meninggal dunia. Kematiannya tidak disangka-sangka karena keluarganya mengira ia hanya pusing biasa. Namun saat jenazahnya akan dikebumikan, jamaah yang datang menyolatkan hampir seribu orang. Yang membuat hati ini iri adalah, istri ustadz tersebut meninggal di hari Jumat sehabis ashar, menjelang wafat bibirnya terus berdzikir, dan sehari sebelumnya ia berpuasa sunnah Kamis. Apa kita bisa meninggal dalam keadaan yang mulia seperti itu? Tambahan info, istri dari Ust. Maududi tersebut masih cukup muda. Anaknya yang paling besar baru kelas 4 SD dan yang kecil masih TK. Semoga Allah memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

Memang tidak ada salahnya mengejar hal-hal duniawi selagi tidak berlebihan. Tidak ada salahnya juga memasang target, rencana, dan cita-cita yang tinggi seperti:
“Usia 30 tahun aku ingin menjadi anggota DPR.”
“Usia 40 tahun aku harus jadi menteri.”
“Usia 50 tahun aku optimis bisa jadi presiden.”

Menurutku itu semua gak salah, kok. Tapi, kalau kamu mampu segigih itu mengejar hal duniawi, maka dalam mengejar ilmu agama harus jauh LEBIH gigih lagi! Luangkan waktu untuk menghadiri majelis ilmu (syukur-syukur kalau habis ngaji jadi paham kalau jadi presiden itu berat pertanggungjawabannya di akhirat). Sering-sering berkumpul dengan orang-orang sholeh, dan jauhi perbuatan yang tidak bermanfaat. Menjauhi hal-hal yang tidak bermanfaat ini saya akui sedikit sulit apalagi jika kita menganggap remeh/biasa hal tersebut. Someone told me that: Mulailah membiasakan hal yang benar, bukan membenarkan hal yang biasa. Maksudnya adalah, hal yang biasa kita lakukan (walaupun itu sia-sia bahkan dilarang agama) bisa menjadi sulit diubah dikarenakan kita telah mencap hal yang biasa kita lakukan itu benar. So, mulai dari sekarang mantapkanlah hatimu untuk bersungguh-sungguh mengejar akhirat karena kita tidak tahu mana yang lebih dulu datang menghampiri: cita-cita kita ataukah kematian?




Yogyakarta, 8 Juli 2018


Comments

  1. Haloo kak, alhamdulillah saya lulus snmptn kehutanan kak!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. haloo. wah udah pengumuman snmptn 2019 yaa. alhamdulillah, selamat merasakan roller coaster kehidupan mahasiswa kehutanan!

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Prospek Kerja Sarjana Kehutanan

Kenapa Fakultas Kehutanan UGM?